|
PAK HARTO SAKIT KERAS! Senang atau “Seneb” PRO atau KONTRA Saat saya tulis cerita ini, Pak Harto sedang mengadu nasib dengan Sang Pencipta. Mungkin saat ini Pak Harto sudah ikhlas menerima uluran tangan Sang Khalik di atas sana. Tapi “ditarik” lagi karena dipasangi alat2 “live support” oleh tim dokter Kepresidenan RSPP. Anda pro atau kontra terhadap pak harto? Saya “in between”. Tidak semua hal saya kontra tapi juga tidak semuanya pro. Pertama, Tahun 88, saya kuliah di Trisakti “accidentally” dengan keponakan pak Harto dari Probosutedjo. Dia seorang wanita, namanya sebut saja Ms.Y. Tahun 90, Ms.Y mendirikan event organizer dan saya dijadikan salah satu ketua atau chairman. Saya belajar arti bekerja dan bersikap professional saat itu. Pro ato kontra? He..he..he.. Tahun 91, kami diajak menyaksikan band ternama saat itu, New Kids on the Block (NKOTB), yang manggung di Gedung Istora Senayan. Saat memasuki gedung dan di deretan kursi VVIP, kakak Ms.Y menunjukkan kartu, yang kata teman saya lainnya adalah kartu identitas khusus keluarga Cendana. Sang polwan, penjaga kursi VVIP persis di depan panggung dengan tergopoh2 mempersilahkan rombongan kami duduk. Duduk persis di depan saya adalah, Bambang Trihatmojo dengan anak laki2nya, Panji. Begitu dekatkah saya dengan keluarga Cendana? Walaupun cuma duduk? He..he.. Pro? Kontra? Waktu peresmian resto milik keluarga Ms.Y di PI Mall, yang memukul gong adalah Probosutedjo. Anda tahu yang membawakan pemukul gong tersebut? Tentu saja, Ms.Y meminta saya yang waktu itu berbaju batik rapi, untuk membawakannya saat Probosutedjo selesai mengucapkan doa. Pro? Kontra? Kalau ada event fashion show, setiap meja yang masing2 berisi 10 kursi, 2 minggu sebelum pertunjukkan sudah laku terjual sebanyak 80 meja, berarti 800 orang. Padahal kami tidak merasa menjual sebanyak itu. Termasuk ijin pertunjukkan diantar langsung ke kantor kami di bilangan Pejompongan oleh laki2 berbadan tegap & berambut cepak serta berseragam safari. Ini namanya payung fasilitas terlalu lebar menaungi. Pro? Kontra? Saya mengundurkan diri dari perusahaan Ms.Y untuk melanjutkan S2 di Amerika tahun 94, karena tawaran dari orang tua. Di Amerika, saat menjalani perkuliahan, kebetulan jurusan Business Economic, saya menjadi semakin idealis & nasionalis. Banyak kebijakan pak harto di sekolah, Wichita State University, menjadi bulan2an mahasiswa asing lain. Kerap Profesor saya, Dr. Cheng (orang Taiwan), dosen Business Forecasting, mengumumkan peringkat Negara terkorup di dunia. Saat itu Indonesia menduduki peringkat ke 3. Malu? Tidak. Nasionalisme saya bangkit. Saya beli barang2 buatan Indonesia, dari mulai baju, celana, celana dalam. Padahal belanjanya ada yang di GAP, Banana Republic atawa Nordstorm (mall). Kamera Nikon saya saja buatan Indonesia, padahal saya beli di Houston, Texas. Pro? Kontra? Saya berteman baik dengan keluarga dekat maupun jauh Pak Harto. Itu adalah bagian Pro saya. Saya ingat waktu ke salah satu kantor mbak Tutut di daerah Sudirman untuk pengajuan proposal. Tapi waktu Ari Sigit minta monopoli sepatu hitam untuk seluruh anak SD di Indonesia, saya Kontra. Belum monopoli2 lainnya yang dilakukan oleh anak2 pak Harto dan kroni2nya. Apakah anda ikut merasakan keberuntungan di jaman Soeharto? Hati kecil anda akan mengatakan Pro meskipun mulut anda berkata Kontra. Ataukah anda seorang oportunis yang selalu Pro siapapun presidennya supaya proyek2 anda tetap lancar. Ataukah kebebasan dan rejeki anda dikebiri atau anda tidak sempat jadi kaya karena nggak pernah menang tender siapapun presidennya? Bisnis menyelam saya mencapai puncak kejayaan pasca bom Bali pertama dijaman pemerintahan Megawati, karena beliau getol membangun citra Bali kembali dimata dunia. Terimakasih Ibu Mega (karena pasca bom Bali ke-2 dijaman pemerintahan SBY-Kalla, pariwisata Bali terpuruk – karena Makasar gencar dibangun) Tetapi disatu sisi saya punya sahabat baik dari lingkungan keluarga cendana. Doa saya adalah semoga Pak Harto diberi kesembuhan dan kekuatan untuk menjalani detik demi detik kehidupan yang dirajut oleh doa dari kita semua. Selamat berjuang Pak Harto! Semoga engkau selalu diberi ketabahan dalam menjalani semuanya ini. Amien. Ardadi
|