|
Senjata versus Komputer, Baretta versus Apple, Keringat versus AC Halo teman-teman sebangsa dan setanah air, kita mundur kira-kira 3 tahun kebelakang. Karena peristiwa ini terjadi pada bulan Desember 2004, setahun sebelum bom Bali 2. Mungkin saat itu waktu sedang menulis cerita ini, para teroris lagi survey di Bali dan sedang pilih2 tempat yang enak. Mana ya? Akhirnya Café Menega, Café Nyoman dan Raja’s deh yang dipilih. Ada sedikit cerita waktu saya baca koran mengenai Bank Mega yang dibobol 50 M. Kalau tidak salah hari Senin tanggal 6 Desember 2004, saya jemput tamu (5 orang) dari Swedia yang menginap di Kuta untuk aktivitas Trolling Fishing. Setelah bicara ngalor ngidul, sampai pada pertanyaan saya, "What do you do back there in Sweden?" Terus si Daniel (nama tamunya) bilang, "We are Bank Robbers", dengan nada serius. Lalu dia tanya lagi, "Di sini (red, Indonesia) ada nggak yang ngerampok bank bawa senjata api terus nodongin telernya + bongkar brankas and bawa kabur uang berjuta2. Kemudian kalau ketangkep, hukumannya berapa tahun?" Karena dia penuh rasa ingin tahu, saya beritahu kalau di Indonesia jarang atau mungkin belum ada gaya ala Jessie James kayak gitu. Yang ada, habis ngambil uang, sampai diluar dijambret atau ditembak di dalam mobil lalu uangnya diambil. Si Daniel kelihatannya masih nggak puas, terus saya bilang,"Daniel, di Indonesia cara ngerampoknya halus, nggak kasar kayak gitu". Dia makin penasaran, "Trus kayak apa". Saya bilang,"Lewat komputer atau permainan orang dalam bank itu sendiri. Jadi tidak ada yang disandera, Daniel. Semua selamat, aman dan tenteram. Kamu kalo datang ke bank bawa senjata paling banyak 5 - 10 M, udah itu berat lagi bawa tasnya. Tapi kalau lewat "dalam" bisa sampai 1,7 trilyun bahkan lebih, udah gitu nggak keringetan lagi karena pake AC kerjanya. Hukumannyapun lebih mudah diatur, bisa pas pura2 buang air kecil di warung waktu perjalanan ke penjara eh, tu sipir penjara kecolongan (katanya.....) jadi kabur deh ke Bandara. Petugas imigrasinya waktu dikonfirmasi, bilang nggak punya data tu orang, jadi orangnya sudah mabur pake Lion Air eh... Singapore Airlines maksudnya (sama2 singa soalnya). Si Daniel manggut2 dengerin, kagum kali' ya. Setelah cerita baru saya sadar kalau itu termasuk White Collar Crime dimana di LN lebih mudah dilacak dan system di banknya sendiri sulit untuk dibobol dan hukumannya juga jelas. Better buat mereka "nggendong" tuh M16 (bukan cewe' ya) + pistol, langsung action kaya' di film2 itu lho. So, what do you think, folks? Kasus BNI, BRI, B...... yang lain di Indonesia? Just asking, nothing more. Thank you, and good morning. You have a good one today. Salam dari pulau sejuta ruko, Bali. Ardadi
|